<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>kodesa.in</title>
	<atom:link href="http://kodesa.in/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kodesa.in</link>
	<description>Kode dan Desain</description>
	<lastBuildDate>Wed, 15 Feb 2012 05:55:04 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.5.1</generator>
<image>
    <title>kodesa.in</title>
    <url>http://kodesa.in/apple-touch-icon.png</url>
    <link>http://kodesa.in</link>
    <width>114</width>
    <height>114</height>
    <description>kodesa.in</description>
    </image>		<item>
		<title>5 Perusahaan (Besar) yang Nggak Kenal Usability Testing</title>
		<link>http://kodesa.in/5-perusahaan-besar-yang-nggak-kenal-usability-testing/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=5-perusahaan-besar-yang-nggak-kenal-usability-testing</link>
		<comments>http://kodesa.in/5-perusahaan-besar-yang-nggak-kenal-usability-testing/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Feb 2012 05:38:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rizqi Djamaluddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Edisi]]></category>
		<category><![CDATA[Desain]]></category>
		<category><![CDATA[Humor]]></category>
		<category><![CDATA[Interface]]></category>
		<category><![CDATA[Showcase]]></category>
		<category><![CDATA[UI]]></category>
		<category><![CDATA[Usability]]></category>
		<category><![CDATA[UX]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kodesa.in/?p=268</guid>
		<description><![CDATA[Dan penghargaan untuk cuek-karena-nggak-peduli-konsumen tahun ini diserahkan kepada... perusahaan telekomunikasi, yang senantiasa menjamin obat sakit kepala tetap dicari setiap hari! Ah, perusahaan korporat. Sudah dikenal sejak jaman Yunani kuno sebagai makhluk besar tak berwajah yang menjengkelkan. Lagipula, mereka kan biasanya nggak berurusan dengan konsumen langsung: mereka hanya berurusan dengan jual-menjual (dan cari uang). Untuk apa mereka melakukan usability testing? Memangnya mereka perlu mengerti kebutuhan pengguna? Tidak! &#8230; Kecuali mereka perusahaan telekomunikasi besar. Semoga post ini [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<img width="400" height="293" src="http://kodesa.in/wp-content/uploads/2012/02/xk-header-400x293.jpg" class="attachment-post-thumbnail wp-post-image" alt="xk header" /><p itemprop="description" class="intro">Dan penghargaan untuk cuek-karena-nggak-peduli-konsumen tahun ini diserahkan kepada... perusahaan telekomunikasi, yang senantiasa menjamin obat sakit kepala tetap dicari setiap hari!</p><p>Ah, perusahaan korporat. Sudah dikenal sejak jaman Yunani kuno sebagai makhluk besar tak berwajah yang menjengkelkan. Lagipula, mereka kan biasanya nggak berurusan dengan konsumen langsung: mereka hanya berurusan dengan jual-menjual (dan cari uang). Untuk apa mereka melakukan <em>usability testing</em>? Memangnya mereka perlu mengerti kebutuhan pengguna? Tidak!</p>
<p>&#8230; Kecuali mereka perusahaan telekomunikasi besar.</p>
<p>Semoga post ini menghibur dan berguna, karena tangan saya masih sakit setelah berkali-kali <em>facepalm</em> saat mengambil gambar.</p>
<p><span id="more-268"></span></p>
<h3>1. Speedy: &#8220;Lebih dari Internet&#8221;</h3>
<p>Ah, siapa tak kenal <a href="http://telkomspeedy.com/">Telkom Speedy</a>? Perusahaan penyedia jasa layanan internet ini dikenal untuk jaringan mereka yang luas, website mereka yang sama luasnya, kemudahan pemasangan, dan konser musik kelas internasional.</p>
<p>Eh?</p>
<div id="attachment_275" class="wp-caption aligncenter" style="width: 410px"><img src="http://kodesa.in/wp-content/uploads/2012/02/Speedy-Lead-Your-Life-400x211.jpg" alt="" title="Speedy | Lead Your Life" width="400" height="211" class="size-thumbnail wp-image-275" /><p class="wp-caption-text">Karena kita semua perlu info konser kahitna saat mencari layanan internet.</p></div>
<p>Ada lima alasan orang mengunjungi website layanan seperti ini: Pengaduan downtime, memeriksa paket, pengaduan mahal, memeriksa konfigurasi model, dan pengaduan frustasi. Dan pengaduan lainnya. Mungkin mereka juga mau mendaftar, seandainya mereka masih tinggal di hutan belantara.</p>
<p>Saya tak mengerti kenapa <em>header</em> utama di sana adalah iklan konser. Tapi tentu saja, kalau dilihat, ada lingkaran-lingkaran di bawah gambarnya&#8230; berarti itu sebuah <em>carousel</em> dan akan menunjukkan informasi bergu&#8230;</p>
<div id="attachment_279" class="wp-caption aligncenter" style="width: 410px"><img src="http://kodesa.in/wp-content/uploads/2012/02/speedyschool-400x139.jpg" alt="" title="speedyschool" width="400" height="139" class="size-thumbnail wp-image-279" /><p class="wp-caption-text">Oke, setidaknya sedikit lebih berguna... setidaknya untuk anak-anak yang cukup bosan untuk membuka website speedy.</p></div>
<p>&#8230; na.</p>
<p>Oh, dan ingat-ingat soal <em>carousel</em> itu, karena ini seperti musuh bebuyutan di film-film <em>superhero</em>: selalu saja muncul dan membuat onar, seperti di&#8230;</p>
<h3>2. Telkomsel: Apa susahnya Rp 13 per 47 detik untuk 160 detik pertama?</h3>
<p>Apa yang tadi saya bilang tentang carousel? Gambar berpindah-pindah dalam hitungan detik? Ayo maju, <a href="http://www.telkomsel.com/">Telkomsel</a>!</p>
<div id="attachment_281" class="wp-caption aligncenter" style="width: 410px"><img src="http://kodesa.in/wp-content/uploads/2012/02/telkomsel-carousel.jpg" alt="" title="telkomsel carousel" width="400" height="394" class="size-full wp-image-281" /><p class="wp-caption-text">Nol-delapan-satu-AAAAAARRRGGHHH</p></div>
<p>Promosi ini sudah lewat dan pemenangnya sudah ada. Untuk beberapa pemenangnya, mungkin mereka bisa pamer pada teman-temannya kalau nama mereka (dan sepotong nomer telepon) dipajang di website telkomsel. Untuk sisanya? Apa itu tulisan kecil-kecil di bawah foto&#8230; err, itu Taiwan? Atau Hongkong? Atau Asgard?</p>
<p>Saya tidak akan menjelajah ke dunia persilatan yang disebut &#8220;mencari informasi paket di website telkomsel&#8221;, tapi saya bisa menjabarkan jenis-jenis paket Simpati yang ditawarkan: (dan membuat kejang-kejang para pejuang bahasa Indonesia yang baik dan benar)</p>
<ul>
<li>simPATI PeDe</li>
<li>simPATI Jagoan Nelpon</li>
<li>simPATI AutoTalkmania</li>
<li>simPATI Gratis Nelpon &#038; Internetan Berjam-jam</li>
<li>simPATI Puas2</li>
<li>simPATI InternetMania &#038; MusikMania</li>
<li>simPATI Internet Mania Rp 0,1/kb</li>
<li>simPATI Gratis SMS</li>
<li>simPATI TALKMANIA</li>
<li>simPATI freedom</li>
<li>Paket Nelpon Rumah</li>
<li>Tarif Dasar (iya, ini paket, ada di pilihannya, tapi ini sebenarnya &#8220;freedom&#8221;)</li>
</ul>
<p>Mengutip teman bule saya, <em>&#8220;what kind of people make this bleep up?&#8221;</em></p>
<p>Tapi ya, setidaknya <em>carousel</em> mereka tadi masih punya tombol &#8220;pause&#8221;. Tidak seperti di&#8230;</p>
<h3>3. Axis: Membaca Cepat</h3>
<p>Ayo, siapa mau permainan? Coba buka <a href="http://www.axisworld.co.id/?lang=en">website Axis</a> dan baca tulisan di halaman itu sebelum disingkirkan oleh halaman berikutnya.</p>
<div id="attachment_282" class="wp-caption aligncenter" style="width: 579px"><img src="http://kodesa.in/wp-content/uploads/2012/02/axis-speedreading-challenge.jpg" alt="" title="axis speedreading challenge" width="569" height="587" class="size-full wp-image-282" /><p class="wp-caption-text">axisreloadbonussafdasfasfgaAAAA</p></div>
<p>Apa saya masih perlu berkomentar soal ini? Apa tak ada orang di Axis yang melihat halaman ini, berpikir &#8220;sekolah di mana ini yang buat?&#8221; dan mengadukannya ke atasannya?</p>
<div id="attachment_283" class="wp-caption aligncenter" style="width: 268px"><img src="http://kodesa.in/wp-content/uploads/2012/02/Flash_001-258x400.jpg" alt="" title="Flash_001" width="258" height="400" class="size-thumbnail wp-image-283" /><p class="wp-caption-text">Ya, ada yang cari saya? Saya pindah ke sini sejak dikudeta HTML 5.</p></div>
<p>Begitu lelahnya saya sama <em>carousel</em> lepas kendali, saya nggak akan angkat-angkat lagi. Website berikut juga ada (sepertinya ini semua dibuat oleh seseorang yang sama), tapi demi kebaikan kita bersama, saya akan menghiraukan itu.</p>
<h3>4. Indosat: Statistik, Smashishtik</h3>
<p>Masih ingat dasar-dasar statistik dan grafik? Di grafik batang, semakin tinggi batangnya, semakin besar nilainya, kan? Coba cek <a href="http://www.indosat.com/">website Indosat</a>.</p>
<div id="attachment_284" class="wp-caption aligncenter" style="width: 565px"><img src="http://kodesa.in/wp-content/uploads/2012/02/indosat-graph.jpg" alt="" title="indosat graph" width="555" height="357" class="size-full wp-image-284" /><p class="wp-caption-text">Satu hal yang pasti: Nggak ada perusahaan telepon yang bisa eja &quot;telepon&quot;.</p></div>
<p>Lihat dua batang di paling kanan? Yang 100 menit dan 1000 menit? Sudah kelihatan?</p>
<p>Tadinya saya pikir kalau itu mungkin sekedar trik iklan, untuk membuat sesuatu tampak lebih besar daripada sesungguhnya (kan harusnya yang 1000 itu <strong>sepuluh</strong> kali lebih besar, kan?), tapi berhubung tulisan kecil di bawahnya <strong>sangat kecil</strong> (tulisan itu salah satu dari &#8220;ke sesama indosat&#8221; atau &#8220;gaji saya kurang besar&#8221;, maaf, saya nggak pakai kacamata), <em>apa salahnya kalau dibalik</em>?</p>
<p>Salahnya, ya, jadi masuk akal. Tentu saja website seperti ini nggak boleh masuk akal. Apa-apaan itu?</p>
<p>(Catatan: Sepertinya abang Flash juga masih berkutat dengan website Indosat. Memang, sudah 2012, lalu kenapa? Apa maksudmu, HTML 5?)</p>
<h3>5. XL: Seperti Bisa Baca Pikiran!</h3>
<p>Ayo kita kunjungi website <a href="http://www.xl.co.id/">XL</a>! Bukan, bukan untuk memeriksa tarif atau tagihan saya, atau membeli handset baru, atau membeli paket internet. Sudah jelas kan, saya mau apa? Bahkan XL begitu cerdas untuk menyediakan layanan &#8220;Favorite Links&#8221;, yang tentu saja menggunakan data <em>user experience</em> jutaan pengguna website selama bertahun-tahun!</p>
<div id="attachment_285" class="wp-caption aligncenter" style="width: 460px"><img src="http://kodesa.in/wp-content/uploads/2012/02/xl-favorite-links.png" alt="" title="xl favorite links" width="450" height="377" class="size-full wp-image-285" /><p class="wp-caption-text">Mana link &quot;es krim gratis&quot; nya?</p></div>
<p>Karena tentu saja, saya datang untuk melihat blog CEO mereka, atau melihat daftar kegiatan sosial mereka, atau melihat informasi tentang &#8220;XL premium&#8221;, sebuah layanan <em>invite-only</em> yang tidak bisa didaftari lewat internet, dan khusus untuk pengguna yang menghabiskan berjuta-juta rupiah per bulannya, dan akan dikirimi surat khusus ketika bergabung. Yang sepertinya ditujukan untuk miliarder dan remaja yang menghabiskan setiap hari telepon dengan kekasihnya.</p>
<p><em>Ini adalah post &#8220;iseng&#8221; dan ditujukan untuk humor. Tolong jangan dianggap terlalu serius!</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kodesa.in/5-perusahaan-besar-yang-nggak-kenal-usability-testing/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bootstrap UI Edisi 2!</title>
		<link>http://kodesa.in/bootstrap-ui-edisi-2/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=bootstrap-ui-edisi-2</link>
		<comments>http://kodesa.in/bootstrap-ui-edisi-2/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Feb 2012 06:16:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rizqi Djamaluddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[link]]></category>
		<category><![CDATA[mini]]></category>
		<category><![CDATA[Bootstrap]]></category>
		<category><![CDATA[CSS]]></category>
		<category><![CDATA[LESS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kodesa.in/?p=251</guid>
		<description><![CDATA[Library interface dari Twitter ini naik pangkat dengan fitur baru! Saya adalah fans berat dari Bootstrap. Ini adalah sebuah library sekaligus semacam &#8220;template&#8221; CSS (dengan dukungan LESS) yang sangat mempercepat proses pembuatan website. Berbeda dengan, katakan, HTML 5 Boilerplate, Bootstrap memiliki beragam alat interface yang biasa digunakan, seperti untuk form, pagination, dan grid yang lebih mudah dipakai. Bootstrap juga menyediakan beberapa plugin jQuery yang seragam [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<img width="250" height="150" src="http://kodesa.in/wp-content/uploads/2012/02/Bootstrap-from-Twitter.png" class="attachment-post-thumbnail wp-post-image" alt="Bootstrap, from Twitter" /><p itemprop="description" class="intro">Library interface dari Twitter ini naik pangkat dengan fitur baru!</p><p><span id="more-251"></span></p>
<p>Saya adalah fans berat dari Bootstrap. Ini adalah sebuah <em>library</em> sekaligus semacam &#8220;template&#8221; CSS (dengan dukungan LESS) yang sangat mempercepat proses pembuatan website. Berbeda dengan, katakan, <a href="http://html5boilerplate.com/">HTML 5 Boilerplate</a>, Bootstrap memiliki beragam alat interface yang biasa digunakan, seperti untuk <em>form</em>, <em>pagination</em>, dan grid yang lebih mudah dipakai. Bootstrap juga menyediakan beberapa <a href="http://twitter.github.com/bootstrap/javascript.html">plugin jQuery</a> yang seragam dengan tampilan lainnya, termasuk <em>tooltip</em>, <em>modal</em> dan tab.</p>
<div id="attachment_253" class="wp-caption aligncenter" style="width: 604px"><img class="size-full wp-image-253" title="bootstrap-modal" src="http://kodesa.in/wp-content/uploads/2012/02/bootstrap-modal.png" alt="" width="594" height="318" /><p class="wp-caption-text">Bagi yang belum tergugah, silakan cari psikolog.</p></div>
<p>Bootstrap memanfaatkan <a href="http://lesscss.org/">LESS</a>, bahasa terusan dari CSS (yang bisa diubah menjadi CSS biasa lewat aplikasi <em>compiler</em>). Kita tidak <em>harus</em> menggunakan LESS kalau mau pakai Bootstrap, tapi menghiraukan LESS di sini adalah seperti tidak memakan bagian <em>cone</em> dari sebuah es krim.</p>
<div id="attachment_254" class="wp-caption aligncenter" style="width: 410px"><img class="size-full wp-image-254" title="585871_63370436" src="http://kodesa.in/wp-content/uploads/2012/02/585871_63370436.jpg" alt="" width="400" height="301" /><p class="wp-caption-text">Tenang saja, dia berpengalaman.</p></div>
<p>Dengan LESS, kita nggak perlu ribet lagi dengan class-class di HTML. Misalnya, untuk buat sebuah paragraf selebar 8 kolom (dari <em>grid</em> 12 kolom default), kita tidak perlu&#8230;</p>
<pre class="prettyprint">
&lt;p class="span8"&gt;AAAAA APA INI! MANA SEMANTISNYA!&lt;/p&gt;
</pre>
<p>Dan bisa kita gantikan dengan menjadi&#8230;</p>
<pre class="prettyprint">
&lt;style&gt;
p {
.span8;
}
&lt;/style&gt;
&lt;p&gt;Nah, mendingan.&lt;/p&gt;
</pre>
<p>Lihat itu? Ya, saya tahu, ini sedikit mengejutkan. Maaf belum pernah post tentang LESS sebelumnya. Dengan sintaks seperti di atas, LESS akan pergi mencari <em>class</em> span8, yang kemudian &mdash; sebelum dijadikan CSS &mdash; diselipkan seutuhnya ke dalam informasi style untuk &lt;p&gt;. Jadinya, di komputer pengguna, nggak ada &#8220;.class8&#8243; yang mengotori segalanya.</p>
<p>Tentu saja, LESS bisa jauh lebih banyak daripada itu. LESS juga akan menggabungkan semua file CSS menjadi satu, jadi kita nggak perlu repot menyatukannya sendiri (atau menambah <em>HTTP request</em> yang memperlambat halaman kita). Dia juga bisa sihir seperti ini&#8230;</p>
<pre class="prettyprint lang-css">
p {
   .#gradient > .vertical(red, blue);
}
</pre>
<p>Yang menghasilkan gradien CSS yang cross-browser, elegan, singkat, mudah, terpercaya, dan bisa digunakan oleh segala perangkat dari telepon genggam era <em>Flintstones</em>.</p>
<div id="attachment_256" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img src="http://kodesa.in/wp-content/uploads/2012/02/flintstones.jpg" alt="" title="flintstones" width="300" height="219" class="size-full wp-image-256" /><p class="wp-caption-text">&quot;Halo, saya menelepon untuk memesan paket fiber optik yang 20Mbps.&quot;</p></div>
<p>Saya akan berhenti di sini sebelum ada yang terlalu <em>shock</em> dengan segala fitur Bootstrap dan LESS. Silahkan tinggalkan komentar (baik di sini atau <a href="https://plus.google.com/b/116006868964994129604/116006868964994129604/posts">di G+</a>) kalau berminat membaca tutorial ini.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kodesa.in/bootstrap-ui-edisi-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lepas Landas: Mengangkat Website ke Internet</title>
		<link>http://kodesa.in/lepas-landas-mengangkat-website-ke-internet-hosting-domain/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=lepas-landas-mengangkat-website-ke-internet-hosting-domain</link>
		<comments>http://kodesa.in/lepas-landas-mengangkat-website-ke-internet-hosting-domain/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Feb 2012 09:25:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rizqi Djamaluddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Edisi]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>
		<category><![CDATA[Internet]]></category>
		<category><![CDATA[Lepas Landas]]></category>
		<category><![CDATA[Pemula]]></category>
		<category><![CDATA[Web Hosting]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kodesa.in/?p=231</guid>
		<description><![CDATA[Lepas Landas hari ini: awal mula memilih tempat hosting di internet yang nggak menguras kantong, keringat dan otak. Lepas Landas adalah seri artikel tutorial untuk pemula dari kodesa.in. Jadi website-mu sudah jadi, bersih nan elegan, dan sudah diperiksa di enam juta jenis browser dalam berbagai konfigurasi. Bagaimanapun, website ini sudah cukup pede untuk tampil di internet dengan gagah berani. Sekarang tinggal&#8230; Memilih hosting. Dengan ribuan perusahaan hosting dari berbagai ukuran dan harga, saya akan memaafkanmu kalau mau menjerit panjang ala film horror sekarang. [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<img width="400" height="276" src="http://kodesa.in/wp-content/uploads/2012/02/launch.jpg" class="attachment-post-thumbnail wp-post-image" alt="launch" /><p itemprop="description" class="intro">Lepas Landas hari ini: awal mula memilih tempat hosting di internet yang nggak menguras kantong, keringat dan otak. Lepas Landas adalah seri artikel tutorial untuk pemula dari kodesa.in.</p><p>Jadi website-mu sudah jadi, bersih nan elegan, dan sudah diperiksa di enam juta jenis browser dalam berbagai konfigurasi. Bagaimanapun, website ini sudah cukup pede untuk tampil di internet dengan gagah berani.</p>
<p>Sekarang tinggal&#8230; Memilih hosting. Dengan ribuan perusahaan hosting dari berbagai ukuran dan harga, saya akan memaafkanmu kalau mau menjerit panjang ala film horror sekarang. Silahkan. Saya tunggu di sini.</p>
<p>Sudah kembali? Begini, sebenarnya memilih hosting itu cukup gampang, dan selama kita mengetahui <strong>kunci memudahkan proses pindah hosting</strong>, biasanya cukup gampang untuk berjalan-jalan sambil mencari tempat yang tepat untuk website-mu. Mari mulai!</p>
<p><span id="more-231"></span></p>
<h3>Resep Rahasia Awet <del>Muda</del> Mulus</h3>
<p>Pada dasarnya, rahasianya hanya satu: <strong>miliki <em>domain</em> sendiri di layanan terpisah</strong>, jangan disatukan dengan <em>hosting</em>.</p>
<p>Oke, sebelum menjelaskan itu, saya akan menguraikan dulu prinsipnya untuk mereka yang masih bingung tentang domain-domainan. Ketika mau meletakkan sebuah website di internet, ada 2 bagian: yang pertama, <strong>domain</strong> adalah pendaftaran nama URL website-mu.</p>
<p>Inilah yang biasa disebut &#8220;apapunmaumu.com&#8221;. Domain diatur oleh kelompok besar, tergantung apa &#8216;ujung&#8217; domainnya (dalam contoh tadi, .com); ini disebut <strong>TLD</strong>, &#8220;Top Level Domain&#8221;, domain tingkat pertama. Domain dengan TLD .com (dengan kata lain, alamat website yang ujungnya .com) harganya akan sekitar $9 per tahun. Ini diatur dari pemiliknya (dalam hal ini, Verisign) dan semua orang membayar harga yang sama. TLD .id (milik Indonesia) membatasi kita membeli domain tingkat ketiga, di bawah .web.id, .co.id, atau semacamnya. Harga untuk ini bisa dilihat dari <a href="http://www.pandi.or.id/persyaratan-dan-biaya-2/">PANDI</a> &mdash; mereka juga cukup ketat memastikan kita menggunakan domain tingkat kedua (web, co, or, dll) yang tepat. Harganya juga cukup baik.</p>
<p>PANDI juga biasanya cukup bersahabat dan membantu, sesuatu yang langka untuk organisasi pemerintah Indonesia (meskipun interface web mereka cukup buruk).</p>
<p>Oke, itu bagian pertama. Bagian kedua adalah <strong>hosting</strong>: ini di mana kita menyimpan data online kita. Ini disediakan oleh bermacam-macam perusahaan &#8220;web hosting&#8221; dengan berbagai macam harga. Di sinilah mereka mendapat keuntungan. Saya akan membahas mereka lebih lanjut &mdash; untuk sementara, ketahui bahwa <strong>tanpa domain, hosting sendiri biasanya tidak memungkinkan websitemu tampil di internet</strong>. Atau kalaupun bisa, harus dengan alamat IP.</p>
<div id="attachment_236" class="wp-caption aligncenter" style="width: 235px"><img src="http://kodesa.in/wp-content/uploads/2012/02/1170300_important_call.jpg" alt="" title="1170300_important_call" width="225" height="300" class="size-full wp-image-236" /><p class="wp-caption-text">Iya, 173.236.13... Eh? Nggak, nggak pakai 021... ah. *sigh.*</p></div>
<p>Intinya, website perlu domain <em>dan</em> hosting untuk hidup di internet. Nah, ketika mendaftar di kebanyakan tempat hosting, mereka juga akan menawarkan domain gratis. Kelihatannya bagus, kan? Hemat uang, nggak usah urusan sama 2 perusahaan, dan nggak repot. Kenapa tidak!</p>
<p>&#8230; Karena memindahkan hosting itu sangat mudah, tapi memindahkan domain itu sangat rumit. Begitu mudahnya pindah hosting, sebenarnya kita nggak perlu bilang mereka juga nggak masalah. Tinggal ambil semua file dan data, lalu pindahkan. Tapi memindahkan domain itu repot, dan perlu kerjasama langsung dengan perusahaannya. Dan kira-kira gimana kalau perusahaan yang cari untung dibilang &#8220;maaf, kita mau ngungsi dari sini&#8221;?</p>
<p>Jadi, <strong>selalu pisahkan hosting dengan domain</strong>. Perusahaan yang memegang domain biasanya nggak repot; jarang ada kendala dengan sistem domain. Kita tinggal bayar, mereka urus, selesai. Biasanya domain tidak perlu banyak pindah tangan. Dengan memisahkan kedua unsur itu, kita bisa bebas memindahkan hosting ke manapun kita mau, dan tinggal mengubah domain kita untuk merujuk ke hosting yang kita pilih.</p>
<h3>Oke, cukup teorinya. Jadi gimana caranya?</h3>
<p>Baik, baik. Pertama-tama, perlu tempat untuk domain. Kalau mau domain internasional, seperti .com, kamu bisa lewat perusahaan seperti <a href="http://name.com">name.com</a> atau semacamnya; silahkan cari di Google, istilahnya adalah <strong>Domain Registrar</strong>. Untuk domain tertentu (yang biasanya lebih &#8220;gaya&#8221;), bisa lewat perusahaan/website lain, seperti <a href="http://www.cointernet.co/">untuk TLD .co</a> atau <a href="http://www.nic.io/">.io</a>. Sebenarnya, setiap TLD itu berkaitan dengan sebuah negara/daerah. Jadi .io itu sebenarnya adalah untuk samudera hindia (<em>Indian Ocean</em>). Jangan tanya saya kenapa bisa begitu.</p>
<div id="attachment_239" class="wp-caption aligncenter" style="width: 260px"><img src="http://kodesa.in/wp-content/uploads/2012/02/250px-Diegogarcia.jpg" alt="" title="250px-Diegogarcia" width="250" height="203" class="size-full wp-image-239" /><p class="wp-caption-text">Kebetulan, ini juga tempat tinggal para Transformer.</p></div>
<p>Mengulang sedikit, untuk domain berakhiran dengan .id, silahkan hubungi <a href="http://www.pandi.or.id/persyaratan-dan-biaya-2/">PANDI</a>. Setiap <em>registrar</em> memiliki harga dan persyaratan berbeda-beda, jadi ikuti dengan seksama. Kalau mau asal gampang, TLD umum (.com, .org, .net, dan .info) biasanya tinggal bayar dan beres.</p>
<p>Sekarang, kita pindah ke topik hosting! Yang ini agak seru.</p>
<p>Sebelum mulai, beberapa istilah: <strong>storage</strong> adalah ruang penyimpanan file di perusahaan hosting, diukur dalam MB atau GB. Ini adalah untuk file website, seperti foto, video, atau musik. <strong>Bandwidth</strong> adalah jumlah data yang ditransfer dari website ke pengguna, biasanya dihitung per bulan. Jadi kalau ada 1000 pengunjung dan masing-masing membuka file hingga 1MB, total bandwidth yang dipakai adalah 1GB.</p>
<p>Mari mulai!</p>
<p>Pilihan pertama adalah <strong>hosting dalam negeri</strong>, seperti <a href="http://qwords.com">Qwords</a>. Hosting seperti ini memiliki server di Jakarta (pastikan kalau mereka <em>benar-benar</em> ada di Jakarta, dan bukan sekedar menjual jasa perusahaan asing!) dan, karena itu, relatif lebih cepat koneksinya&#8230; ke sesama orang Indonesia. Tapi karena mereka bukan perusahaan besar yang melayani jutaan pelanggan, harga mereka juga relatif lebih mahal dibandingkan apa yang didapat. Selain itu, server di Jakarta juga biasanya susah diakses dari luar negeri (mereka biasanya sudah betah dengan download 1GB/s). Di sisi lain, bandwidth ke dalam negeri biasanya murah (qwords malah nggak menagih untuk bandwidth dalam negeri).</p>
<p><em>Hosting dalam negeri itu seperti bajaj: mudah digunakan dan relatif gesit, tapi harga awalnya mahal dan orang bule cepat mual kalau naik&#8230; Kalau bisa muat di dalamnya sama sekali.</em></p>
<p>Pilihan kedua adalah <strong>shared hosting</strong>, seperti <a href="http://dreamhost.com">Dreamhost</a>. Mereka menawarkan serba tak hingga untuk harga sedikit mahal untuk kita ($9 per bulan), tapi mereka, teorinya, tidak membatasi storage atau bandwidth. Namun, mereka akan menindak website yang terlalu boros menggunakan daya prosesor (sesuatu yang agak sulit dihitung atau diperkirakan). Model ini juga menempatakan website kita bersama-sama dengan setumpuk website orang lain, jadi kalau salah satu bermasalah dan menjadi lambat, kita juga bisa terkenda imbasnya. Di sisi lain, <em>shared hosting</em> sangat murah. Silahkan nilai sendiri apa artinya ini.</p>
<p><em>Shared hosting itu seperti naik kereta listrik: murah, praktis, bebas melakukan apa saja di atap kereta, tapi selalu ada resiko terdorong orang di sebelah&#8230; Sampai jatuh dari atap.</em> </p>
<p>Pilihan ketiga, dan mungkin terakhir, adalah <strong>dedicated server</strong>, seperti yang ditawarkan oleh <a href="http://www.linode.com/">Linode</a> atau <a href="http://mediatemple.net/webhosting/dv/">(mt)</a>. Ini jelas lebih mahal, tapi kita bisa melihat keutuhan server kita, dan kita tidak akan terlalu banyak bersaing dengan tetangga. Kita juga bisa menjalankan program di luar aplikasi web biasa (katakanlah, sebuah server <em><a href="http://www.minecraft.net/">Minecraft</a></em>). Sisi buruknya, mereka juga biasanya mengharapkan kita mengerti tentang pengelolaan server linux. Sumber daya untuk server ini juga lebih kaku, karena nggak ada yang namanya server dengan &#8220;storage tak hingga.&#8221;</p>
<p><em>Shared hosting itu seperti mobil super mewah nan besar: mahal, keren, cepat dan kuat, tapi lama-lama bingung mau ajak siapa lagi jalan-jalan.</em></p>
<p>Jadi mana yang cocok? Ini tergantung seberapa banyak bobot pengunjungmu, dan mereka datang dari mana. Untuk patokan, kecuali kamu punya rencana <em>sangat</em> besar untuk website-mu, kemungkinan besar kamu belum perlu sebuah <em>dedicated server</em> dari awal. Kamu bisa mulai dari sebuah akun <em>shared hosting</em> biasa. Atau&#8230;</p>
<h3>Beberapa Pesan Terakhir</h3>
<p>Kita belum benar-benar menghabiskan semua pilihan di sini. Banyak pilihan lain, dan beberapa di antaranya lebih bagus daripada yang lain. Saya belum menjelaskan tentang <em>hosting</em> pilihan saya pribadi, <a href="http://nearlyfreespeech.net">NearlyFreeSpeech.NET</a>, yang akan saya angkat di artikel lainnya. Jangan takut untuk berjalan-jalan dan mencoba-coba!</p>
<p>Sesudah memilih tempat hosting, serta membeli domain, tinggal <strong>ikuti petunjuk tempat hosting</strong> tentang cara menghubungkan domain ke alamat hosting-mu. Biasanya ini melibatkan beberapa alamat yang disebut <em>nameserver</em>, dan makhluk mistis bernama &#8220;DNS&#8221;. Setiap tempat hosting memiliki cara kerja mereka masing-masing soal ini, jadi ikuti petunjuk dari mereka. Ini akan sedikit lebih repot daripada memanfaatkan fitur &#8220;domain gratis&#8221;, tapi percayalah, ini tidak sebanding dengan sulitnya pindah registrar.</p>
<p><em>Di artikel berikutnya, saya akan membahas tentang <strong>awal mengkonfigurasi website di tempat hosting</strong>, serta petunjuk mengamankan dan menjaga websitemu pada tahap awal.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kodesa.in/lepas-landas-mengangkat-website-ke-internet-hosting-domain/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jangan Copy-Paste!</title>
		<link>http://kodesa.in/jangan-copy-paste/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=jangan-copy-paste</link>
		<comments>http://kodesa.in/jangan-copy-paste/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Jan 2012 08:46:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rizqi Djamaluddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kodesa.in/?p=220</guid>
		<description><![CDATA[Generasi fotokopi telah tiba - dan dengannya, seribu alibi. Pernah copy-paste di internet? Awas, ini harimau yang agak pendendam. Tidak jarang kita melihat kerusuhan online karena seseorang &#8220;menjeplak&#8221; hasil kerja keras orang lain. Baik apakah itu dengan cara meniru gaya seni, atau gameplay atau mentah-mentah game sejenis, sepertinya sekarang sudah nggak mungkin punya ide 100% orisinil. Kita sekarang tinggal di antara generasi copy-paste — generasi yang menyelesaikan semua masalah dari drama facebook hingga karya [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<img width="400" height="266" src="http://kodesa.in/wp-content/uploads/2012/01/87e33736-03e0-4cb6-b4f2-2889b50f6429-400x266.jpg" class="attachment-post-thumbnail wp-post-image" alt="87e33736-03e0-4cb6-b4f2-2889b50f6429" /><p itemprop="description" class="intro">Generasi fotokopi telah tiba - dan dengannya, seribu alibi. Pernah copy-paste di internet? Awas, ini harimau yang agak pendendam.</p><p>Tidak jarang kita melihat <a href="http://venturebeat.com/2012/01/29/buffalo-studios-blasts-zynga-for-copying-bingo-blitz-social-game/">kerusuhan online</a> karena seseorang &#8220;menjeplak&#8221; hasil kerja keras orang lain. Baik apakah itu dengan cara meniru gaya seni, atau <em>gameplay</em> atau <a href="http://venturebeat.com/2012/01/24/tiny-tower-devs-are-happy-to-inspire-zyngas-new-game-dream-heights-image/">mentah-mentah game sejenis</a>, sepertinya sekarang sudah nggak mungkin punya ide 100% orisinil.</p>
<p>Kita sekarang tinggal di antara <strong>generasi copy-paste</strong> — generasi yang menyelesaikan semua masalah dari drama facebook hingga karya ilmiah dengan tombol ⌘ + c dan v (atau ctrl, untuk pengguna dimensi alternatif sana). Di antara berjuta kebaikan seperti menyelesaikan PR satu kelas dengan beberapa <em>keystroke</em> dan menjeplak resep tempura nenek, ada juga penggunaan yang kurang tepat. Misalnya, ketika seorang <em>web developer</em> menyadari kalau ada sesuatu yang disebut &#8220;<em>view source</em>.&#8221;</p>
<p><span id="more-220"></span></p>
<p>Ini berbahaya karena jadinya ada orang-orang yang sekarang <a href="http://venturebeat.com/2012/01/28/cant-look-away/">mengira kalau menggunakan source code</a> dengan beberapa perubahan adalah hal yang sah. Toh hanya kode, siapapun bisa buat, dan terbuka untuk diakses siapapun, kan?</p>
<p>Untuk sesaat, hiraukan gerombolan pengacara di belakang saya yang mau ajak kamu bicara soal <em>copyright law</em>. Ada alasan sah (dalam arti &#8220;tidak melibatkan penjara&#8221;) untuk menghindari budaya copy-paste untuk development:</p>
<h3>1. Nggak Ada Jaminan Kualitas</h3>
<p>Kalau kita lihat <a href="http://venturebeat.com/2012/01/28/cant-look-away/">kasus startup yang mencuri <em>source code</em> dari sebuah layanan <em>37signals</em></a>, kita akan melihat (siapkan obat shockmu) penggunaan tag &lt;table&gt; untuk layout! Apa-apaan ini? Table? <em>In my layouts?</em></p>
<div id="attachment_226" class="wp-caption aligncenter" style="width: 667px"><img src="http://kodesa.in/wp-content/uploads/2012/01/tableomg.png" alt="" title="tableomg" width="657" height="181" class="size-full wp-image-226" /><p class="wp-caption-text">MAMAAAAAAAAAAA :(</p></div>
<p>Santai, ini hanya sepotong kecil dari kode khusus di halaman itu yang dipakai untuk sebuah <em>popup</em>. 37signals, bersyukurlah, cukup modern untuk memanfaatkan CSS untuk keperluan layout mereka. Tapi di sisi lain, orang yang menjiplak dari mereka tidak kepikiran untuk menghilangkan kode ini. Padahal ini kode yang sangat mudah dikenal sebagai hasil copy-paste (kenapa lagi bisa ada tabel dengan <em>markup</em> yang sama di sana?) dan, ibaratnya, mudah menjadi barang bukti pembunuhan dalam kasus ini.</p>
<p>Selain sebagai bukti forensik, ini juga tanda kalau <strong>ada batasan di mana seseorang bisa meneliti kode orang lain</strong>. Cukup sulit bagi seseorang untuk menelusuri <em>markup</em> dan berusaha mengerti semuanya, dan mengubah apa yang perlu diubah. Bahkan anak kuliahan dengna banyak waktu luang pun tak punya waktu untuk ini. Jadi tidak hanya dia menggunakan kode yang sudah kadaluarsa, dia bahkan <em>tidak tahu kalau kode itu masih ada di sana</em>.</p>
<p>Apa maskudmu, saya punya daging dari 1997 di lemari es?</p>
<h3>2. Seseorang Bakal Nyadar</h3>
<p>Aturan #2 internet: sekalinya sesuatu ada di internet, bakal ada yang menyadarinya.</p>
<p>(Aturan #1: <em>if it exists, there is&#8230;</em> err, maaf, kodesain adalah website <a href="https://plus.google.com/101866207780882670022/posts/NYSdbaE4uPH">AUK</a>.)</p>
<p>Ditambah aturan #3, &#8220;sesuatu yang ada di internet, akan selamanya di internet,&#8221; bisa dibuat sebuah rumus kesimpulan: &#8220;kalau mau copy-paste untuk website, cepat atau lambat itu bakal jadi masalah.&#8221; Antara itu, atau websitenya tidak pernah menerima perhatian sama sekali, dan sama saja gagal.</p>
<p>Inilah kenapa kita harus memperhatikan aturan lisensi dan semacamnya di Internet: lebih baik aman, daripada kita pakai &#8220;dengan doa&#8221; dan berharap untuk yang terbaik.</p>
<h3>3. Satu Masalah = Selamanya. Nggak, beneran.</h3>
<p>Kita tinggal di dunia online di mana 1 saja berita negatif bisa dengan cepat berputar-putar melalui <em>social media</em> dan segerobak website berita. Apalagi untuk kelompok kecil yang serius, seperti sebuah <em>startup</em>, hanya butuh 1 drama seperti ini untuk merusak hubungan investor mereka.</p>
<p>Tidak ada tombol &#8216;delete&#8217; dari ingatan media internet.</p>
<h3>Patokannya: Tanya.</h3>
<p>Kadang-kadang saya mendapat pertanyaan, &#8220;jadi website X ini kira-kira marah nggak ya kalau saya pakai kode ini?&#8221; Jawaban saya (setelah menimpuk mereka dengan kerupuk karena istilah &#8220;kira-kira&#8221;) adalah &#8220;coba tanya.&#8221; Apa dunia modern ini membuat orang ragu-ragu untuk bertanya? Hampir semua website menyediakan sebuah email untuk pertanyaan seperti ini — dan kalau tidak ada balasan, anggap saja jawabannya adalah &#8220;tidak boleh&#8221;. Karena menghabiskan 2 jam untuk membuat kembali layout seperti mereka tidak setara dengan kemunculan memalukan di internet.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kodesa.in/jangan-copy-paste/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>ZeroBundle: Koleksi Gratis</title>
		<link>http://kodesa.in/zerobundle-koleksi-gratis/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=zerobundle-koleksi-gratis</link>
		<comments>http://kodesa.in/zerobundle-koleksi-gratis/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Jan 2012 00:29:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Irvan Putra</dc:creator>
				<category><![CDATA[media]]></category>
		<category><![CDATA[Desain Web]]></category>
		<category><![CDATA[Development]]></category>
		<category><![CDATA[Konten]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kodesa.in/?p=212</guid>
		<description><![CDATA[Baru saja situs ZeroBundle diluncurkan dengan berbagai konten yang menarik, gratis hanya meminta alamat email untuk konten utama dan PayWithTweet untuk konten extra (satu kali tweet promo). Menurut situs tersebut, konten-konten tersebut hanya akan tersedia hingga satu bulan ke depan. NB: Emailnya akan otomatis terdaftar ke MightyDeals &#38; WebDesignerDepot yang sering menawarkan promo yang sama.]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<img width="170" height="146" src="http://kodesa.in/wp-content/uploads/2012/01/ZeroBundle.png" class="attachment-post-thumbnail wp-post-image" alt="ZeroBundle" /><p>Baru saja situs<a title="ZeroBundle" href="http://www.zerobundle.com/"> ZeroBundle</a> diluncurkan dengan berbagai konten yang menarik, gratis hanya meminta alamat email untuk konten utama dan PayWithTweet untuk konten extra (satu kali tweet promo). Menurut situs tersebut, konten-konten tersebut hanya akan tersedia hingga satu bulan ke depan.</p>
<p>NB: Emailnya akan otomatis terdaftar ke <a title="MightyDeals" href="http://www.mightydeals.com/">MightyDeals</a> &amp; <a title="WebDesignerDepot" href="http://webdesignerdepot.com">WebDesignerDepot</a> yang sering menawarkan promo yang sama.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kodesa.in/zerobundle-koleksi-gratis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lorem Ipsum Sudah Kuno!</title>
		<link>http://kodesa.in/lorem-ipsum-sudah-kuno/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=lorem-ipsum-sudah-kuno</link>
		<comments>http://kodesa.in/lorem-ipsum-sudah-kuno/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Jan 2012 03:46:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rizqi Djamaluddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[link]]></category>
		<category><![CDATA[mini]]></category>
		<category><![CDATA[Alat Online]]></category>
		<category><![CDATA[Internet]]></category>
		<category><![CDATA[Konten]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kodesa.in/?p=202</guid>
		<description><![CDATA[Bosan dengan Lorem Ipsum tua yang itu-itu saja? Ada banyak alternatif di internet, tapi saya, sebagai pecinta kue dan makanan ringan lainnya, paling doyan dengan Cupcake Ipsum!]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<img width="389" height="206" src="http://kodesa.in/wp-content/uploads/2012/01/cupcakeipsum.png" class="attachment-post-thumbnail wp-post-image" alt="cupcakeipsum" /><p>Bosan dengan Lorem Ipsum tua yang itu-itu saja? Ada banyak alternatif di internet, tapi saya, sebagai pecinta kue dan makanan ringan lainnya, paling doyan dengan <a href="http://cupcakeipsum.com/#">Cupcake Ipsum</a>!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kodesa.in/lorem-ipsum-sudah-kuno/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Efek Hover CSS3 Segar!</title>
		<link>http://kodesa.in/efek-hover-css3-segar/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=efek-hover-css3-segar</link>
		<comments>http://kodesa.in/efek-hover-css3-segar/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Jan 2012 14:07:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rizqi Djamaluddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[link]]></category>
		<category><![CDATA[mini]]></category>
		<category><![CDATA[CSS]]></category>
		<category><![CDATA[Desain Web]]></category>
		<category><![CDATA[Trend]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kodesa.in/?p=194</guid>
		<description><![CDATA[Bosan dengan animasi polos? CSS 3 memungkinkan banyak efek baru. Coba lihat Tympanus.net!]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<img width="265" height="191" src="http://kodesa.in/wp-content/uploads/2012/01/css3hover.jpg" class="attachment-post-thumbnail wp-post-image" alt="css3hover" /><p>Bosan dengan animasi polos? CSS 3 memungkinkan banyak efek baru. <a href="http://tympanus.net/codrops/2011/11/02/original-hover-effects-with-css3/">Coba lihat Tympanus.net</a>!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kodesa.in/efek-hover-css3-segar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cari Inspirasi Atau Mati!</title>
		<link>http://kodesa.in/cari-inspirasi-atau-mati/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=cari-inspirasi-atau-mati</link>
		<comments>http://kodesa.in/cari-inspirasi-atau-mati/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Jan 2012 14:04:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rizqi Djamaluddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[link]]></category>
		<category><![CDATA[Desain Web]]></category>
		<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Internet]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kodesa.in/?p=183</guid>
		<description><![CDATA[Tidak ikut trend di web? Seminggu saja bisa ketinggalan. Cari inspirasi - dan saya sajikan 1 saja website untuk semua kebutuhan itu! Kita harus hati-hati dengan yang namanya &#8220;inspirasi&#8221;. Kalau tidak dikendalikan, terlalu banyak inspirasi bisa membuat kita sibuk berlama-lama saat berkerja, karena terus menerus mengkonsumsi ide. Kalau tidak mencarinya, atau tidak menemukan sumber yang bagus, kita bisa ketinggalan kereta. Untungnya, saya punya solusi. Dalam gemuruh air terjun website &#8220;inspirasi&#8221;, dengan berbagai tema dan gaya, kita harus [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<img width="400" height="300" src="http://kodesa.in/wp-content/uploads/2012/01/dribbble-geri-coady.jpeg" class="attachment-post-thumbnail wp-post-image" alt="dribbble-geri-coady" /><p itemprop="description" class="intro">Tidak ikut trend di web? Seminggu saja bisa ketinggalan. Cari inspirasi - dan saya sajikan 1 saja website untuk semua kebutuhan itu!</p><p>Kita harus hati-hati dengan yang namanya &#8220;inspirasi&#8221;. Kalau tidak dikendalikan, terlalu banyak inspirasi bisa membuat kita sibuk berlama-lama saat berkerja, karena terus menerus mengkonsumsi ide. Kalau tidak mencarinya, atau tidak menemukan sumber yang bagus, kita bisa ketinggalan kereta.</p>
<p>Untungnya, <strong>saya punya solusi</strong>.</p>
<p><span id="more-183"></span></p>
<p>Dalam gemuruh air terjun website &#8220;inspirasi&#8221;, dengan berbagai tema dan gaya, kita harus bisa menemukan bahan yang berkualitas. Itu berarti menghindari website berbasis bayar-membayar, atau hanya mengikuti 1 trend atau <em>designer</em>.</p>
<p>Untuk itu, saya tunjuk anda ke:</p>
<p><img src="http://kodesa.in/wp-content/uploads/2012/01/dribbble.png" alt="" title="Dribbble!" width="199" height="100" class="aligncenter size-full wp-image-185" style="margin: 24px auto;" /></p>
<p><a href="http://dribbble.com">Dribbble</a> mungkin kelihatan sederhana, tapi mereka sangat hati-hati dalam memilih siapa yang bisa tampil di sana. Hanya karya terbaik dan berkualitas yang akhirnya bisa masuk (karena kompetisi yang sangat kuat), jadi kamu bisa memastikan kalau semua trend, gaya terbaru, dan inspirasi yang kamu butuhkan ada di sini, dalam satu atau lain bentuk.</p>
<p>Saya tidak mengatakan kalau tidak ada website lainnya yang bagus untuk inspirasi. Tapi Dribbble, apalagi didukung aplikasi pendukungnya (seperti <a href="http://travvelingapp.com/">untuk iOS</a>), biasanya sudah <strong>lebih dari cukup untuk kebutuhan sehari-hari saya</strong>.</p>
<p>Dan bagusnya lagi, saya merasa kalau jumlah <em>shot</em> berkualitas mereka sangat pas untuk porsi saya. Saya tidak pernah terlarut-larut membaca sampai puluhan halaman ke belakang &mdash; hanya secukupnya saja. Ditambah komunitas hangat dan murni <em>eye candy</em>, saya sudah kehilangan alasan untuk mencari inspirasi dari tempat lain.</p>
<p>Tidak setuju dengan saya? Punya website inspirasi yang lebih hebat lagi? Ceritakan di komentar!</p>
<p><em>Foto kue Dribbble adalah ciptaan <a href="http://dribbble.com/shots/95255-Dribbble-Cookies">Geri Coady</a> &mdash; lihat versi lengkapnya di <a href="http://www.flickr.com/photos/hellogeri/5320790523/">Flickr</a>!</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kodesa.in/cari-inspirasi-atau-mati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bangsa Internet Digenggam</title>
		<link>http://kodesa.in/bangsa-internet-digenggam/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=bangsa-internet-digenggam</link>
		<comments>http://kodesa.in/bangsa-internet-digenggam/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Jan 2012 15:24:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rizqi Djamaluddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Edisi]]></category>
		<category><![CDATA[Internet]]></category>
		<category><![CDATA[Mobile]]></category>
		<category><![CDATA[Smartphone]]></category>
		<category><![CDATA[Social Media]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kodesa.in/?p=156</guid>
		<description><![CDATA[Ada bom waktu di dunia Internet Indonesia - berjuta-juta orang akan, sebentar lagi, merasakan era baru: era smartphone. Kamu yang membuat website: sudah siapkah untuk era ini? Ini lebih besar - dan mungkin lebih cepat - daripada yang kamu bayangkan. Indonesia memiliki 170 juta pengguna mobile internet &#8212; bandingkan dengan 40 juta pengguna internet biasa. Tapi kenapa pengguna mobile hanya 20%? Dan dengan 60% dari mobile itu menggunakan Symbian yang akan segera ditinggalkan oleh Nokia, bagaimana nasib mereka? Bagaimana dengan pengguna Blackberry, dengan Research In Motion kian melemah? Data ini hanya menunjuk ke 1 arah: [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<img width="400" height="289" src="http://kodesa.in/wp-content/uploads/2012/01/fbiphonexp-400x289.jpg" class="attachment-post-thumbnail wp-post-image" alt="Smartphone bersiap menyerang." /><p itemprop="description" class="intro">Ada bom waktu di dunia Internet Indonesia - berjuta-juta orang akan, sebentar lagi, merasakan era baru: era smartphone. Kamu yang membuat website: sudah siapkah untuk era ini? Ini lebih besar - dan mungkin lebih cepat - daripada yang kamu bayangkan.</p><p>Indonesia memiliki <a href="http://thenextweb.com/google/2012/01/12/googles-offering-cheap-domains-and-hosting-to-bring-indonesian-businesses-online/">170 juta pengguna <em>mobile internet</em></a> &mdash; bandingkan dengan 40 juta pengguna internet biasa. Tapi kenapa <a href="http://gs.statcounter.com/#mobile_vs_desktop-ID-monthly-201201-201201-bar">pengguna mobile hanya 20%</a>? Dan dengan 60% dari mobile itu menggunakan <strong>Symbian</strong> yang akan segera ditinggalkan oleh Nokia, bagaimana nasib mereka? Bagaimana dengan pengguna Blackberry, dengan Research In Motion kian melemah?</p>
<p>Data ini hanya menunjuk ke 1 arah: ledakan <em>mobile internet</em> suatu hari di masa depan.</p>
<p>Dan ini lebih besar daripada yang kamu bayangkan. Sudah siap?</p>
<p><span id="more-156"></span></p>
<p>Hal pertama, dan terpenting untuk dicatat, adalah data <em>Statcounter</em> yang menunjukkan kalau hanya 20% dari pengguna <em>mobile web</em> mengaksesnya dari alat genggam mereka. Hanya ada 1 hal penting di sini: ini tidak menghitung website seperti <em>social media</em>.</p>
<p>Sudah kelihatan arahnya, kan?</p>
<p>Hanya sepersekian dari berjuta-juta pengguna telepon genggam berkapasitas internet di Indonesia yang <strong>menggunakan teknologi itu</strong>. Sisanya? Ya, istilahnya sekarang &#8220;Facebook-an&#8221;. Atau &#8220;Twitter-an&#8221;. Ada sekitar <a href="http://news.bbc.co.uk/2/hi/programmes/direct/indonesia/9508138.stm">37 juta</a> pengguna Facebook di Indonesia, dan kita memegang peringkat ke-empat di Twitter.</p>
<p>Sebagian lagi mungkin pengguna layanan seperti IM2, atau broadband wireless semacamnya, dan mengakses internet dengan laptop mereka. Mungkin juga ada faktor dari 3 juta Blackberry di Indonesia, karena Messenger mereka memang merupakan layanan internet.</p>
<p>Jadi ada <strong>jutaan orang di luar sana </strong>dengan alat yang siap menggunakan internet, tapi mereka <em>belum menggunakannya dengan sepenuhnya</em>. Coba lihat:</p>
<p><img src="http://kodesa.in/wp-content/uploads/2012/01/infographic-mobile-exp.png" alt="" title="Pembagian orang pengakses internet di Indonesia" width="576" height="353" class="aligncenter size-full wp-image-173" /></p>
<p>170 juta adalah angka yang besar, dan pasti angka itu adalah kombinasi dari semua faktor tadi. Terlepas dari apa dan bagaimana, ada 1 hal penting di sini: <strong>penduduk Indonesia mulai nyaman dengan internet</strong>.</p>
<p>Ini kontras dengan di barat, di mana orang lebih was-was dan hati-hati dengan &#8220;privasi&#8221; dan &#8220;keamanan&#8221; di Internet. Di Indonesia? &#8220;Yang penting bisa Facebook-an!&#8221;</p>
<p>Seandainya angka ini kurang jelas, ingat kalau populasi Indonesia ada di sekitar 230 juta&#8230; Dengan jumlah penduduk di bawah garis meskinan <a href="http://www.bps.go.id/brs_file/kemiskinan_02jan12.pdf">di bawah 30 juta</a> (link PDF dari Badan Pusat Statistik). Pengguna <em>internet mobile</em> 170 juta, dan internet biasa 40 juta. Simpulkan saja.</p>
<p>Apa mungkin angka 170 juta itu berlebihan? <a href="http://www.thejakartapost.com/news/2011/12/08/indonesians-accessing-mobile-web-more-watching-tv-research.html">Jakarta Post</a> mencatat 40 juta pengguna <em>mobile internet</em> rutin &mdash; tapi kembali, ini tidak menyebutkan soal <em>social media</em>. Penn Olson mengutip <a href="http://www.penn-olson.com/2011/12/01/indonesia-web-users-infographic/">210 juta pengguna telepon genggam</a> &#8211; masuk akal kah kalau 3 dari 4 telepon genggam di Indonesia sanggup untuk internet? Kalau kamu berpikir &#8216;tidak&#8217;, coba lihat lagi iklan para operator seluler kita. Masih adakah yang tidak menyebut-nyebut &#8220;Facebook&#8221; dan &#8220;Twitter&#8221; di iklannya?</p>
<h3>Jadi apa artinya?</h3>
<p>Kita bisa simpulkan kalau <strong>banyak sekali orang Indonesia yang sudah siap menggunakan <em>mobile internet</em></strong>. Alatnya ada, infrastrukturnya ada, hanya belum ada <em>alasan untuk menggunakannya</em></p>
<p>Kata kunci: <strong>belum</strong>.</p>
<p>Sebagian besar telepon genggam yang dipakai masih cukup sederhana. Browsernya tua. Tapi sekali lagi, Research In Motion, perusahaan di balik Blackberry, semakin berkurang <a href="http://techcrunch.com/2011/11/28/its-still-a-feature-phone-world-global-smartphone-penetration-at-27/">dan menuju jurang kehancuran</a>. Symbian telah berhenti dilanjutkan oleh Nokia, dan mereka akan pindah ke Windows Phone. Semuanya akan berubah &mdash; pengguna telepon seluler akan didorong paksa ke era yang baru.</p>
<p>Dalam satu kalimat: Jutaan pengguna telepon genggam di Indonesia akan tiba-tiba bertemu dengan dunia <em>smartphone</em> dengan segala macam fiturnya&#8230; seperti <em>app</em> dan internet yang &#8220;sepenuhnya&#8221;. Sudah bukan jaman Opera Mini.</p>
<p>Bom waktu telah berjalan. Adakah tanda-tandanya?</p>
<p><a href="http://gs.statcounter.com/#mobile_vs_desktop-ID-monthly-201110-201112"><img src="http://kodesa.in/wp-content/uploads/2012/01/mobileshares.png" alt="" title="mobileshares"style="max-width:100%"  class="size-full wp-image-160" /></a></p>
<p></p>
<p>Pengguna <em>mobile internet</em> mengingkat <strong>dua kali lipat</strong> dalam beberapa bulan terakhir. 11% di Oktober 2011, 21% di December.</p>
<p>Hanya perlu menunggu waktu sebelum bom ini meledak.</p>
<p>Kamu yang membuat website: Sudah siapkah untuk revolusi ini?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kodesa.in/bangsa-internet-digenggam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Moods of Norway</title>
		<link>http://kodesa.in/moods-of-norway/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=moods-of-norway</link>
		<comments>http://kodesa.in/moods-of-norway/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Jan 2012 05:16:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rizqi Djamaluddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[link]]></category>
		<category><![CDATA[mini]]></category>
		<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Javascript]]></category>
		<category><![CDATA[Scrolling]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kodesa.in/?p=141</guid>
		<description><![CDATA[Lihatlah efek scroll menarik dari Moods of Norway, dibuat dengan javascript biasa saja!]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<img width="400" height="307" src="http://kodesa.in/wp-content/uploads/2012/01/modsofnorway.jpg" class="attachment-post-thumbnail wp-post-image" alt="modsofnorway" /><p>Lihatlah efek scroll menarik dari <a href="http://www.moodsofnorway.com/">Moods of Norway</a>, dibuat dengan javascript biasa saja!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kodesa.in/moods-of-norway/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tumbangnya Flash untuk Animasi</title>
		<link>http://kodesa.in/tumbangnya-flash-untuk-animasi/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=tumbangnya-flash-untuk-animasi</link>
		<comments>http://kodesa.in/tumbangnya-flash-untuk-animasi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Jan 2012 05:07:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rizqi Djamaluddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[media]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>
		<category><![CDATA[CSS]]></category>
		<category><![CDATA[Flash]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kodesa.in/?p=127</guid>
		<description><![CDATA[Masih belajar pakai Flash? Sudah saatnya memikirkan untuk ganti topik sebelum ketinggalan. Jaman CSS 3 sudah tiba &#8212; Firefox 10 diharapkan mendukung 3D transform &#8212; dan dengan dukungan 2D transform dari FF 3.5, 90% pengguna internet Indonesia sudah bisa menikmati fitur-fitur baru, tanpa flash. Dengan ini, masa kejayaan Flash telah tiada. Selama ini, banyak pecinta [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<img width="400" height="251" src="http://kodesa.in/wp-content/uploads/2012/01/planetarium-400x251.jpg" class="attachment-post-thumbnail wp-post-image" alt="planetarium" /><p>Masih belajar pakai Flash? Sudah saatnya memikirkan untuk ganti topik sebelum ketinggalan.</p>
<p>Jaman CSS 3 sudah tiba &mdash; <a href="http://hacks.mozilla.org/2011/10/css-3d-transformations-in-firefox-nightly/">Firefox 10 diharapkan mendukung <em>3D transform</em></a> &mdash; dan dengan <a href="http://caniuse.com/#feat=transforms2d">dukungan <em>2D transform</em> dari FF 3.5</a>, 90% pengguna internet Indonesia sudah bisa menikmati fitur-fitur baru, tanpa flash.</p>
<p>Dengan ini, masa kejayaan Flash telah tiada.</p>
<p><span id="more-127"></span></p>
<p>Selama ini, banyak pecinta Flash karena kebebasan menggunakan animasi, gambar, dan video. Tapi sekarang CSS 3, gambar vektor SVG, dan video HTML 5 telah bersiap untuk mengambil alih kekuasaan itu, dan mengembalikannya kepada <em>browser</em>.</p>
<p>Menggunakan CSS 3 memiliki 3 kelebihan kunci: <strong>menyerahkan beban pada browser</strong>, <strong>melepaskan ketergantungan dari Adobe Flash</strong>, dan <strong>fungsionalitas pada alat selain desktop</strong>.</p>
<div id="attachment_130" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><a href="http://lab.simurai.com/css/tilt-shift/"><img src="http://kodesa.in/wp-content/uploads/2012/01/tiltshift-300x244.jpg" alt="" title="eksperimen tilt shift oleh @simurai" width="300" height="244" class="size-medium wp-image-130" /></a><p class="wp-caption-text">Efek Tilt Shift murni dari CSS. Klik untuk lebih jelas!</p></div>
<p></p>
<p>Tahukah kamu kalau Flash itu menyerahkan sebagian bebannya pada prosesor? Padahal, untuk hal seperti <em>transform</em>, hampir semua komputer memiliki <em>graphic card</em> yang bisa melaksanakan ini dengan jauh lebih cepat &mdash; fitur yang disebut <em><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hardware_acceleration">hardware acceleration</a></em>. Dengan ini, animasi dan efek menjadi lebih halus dan cepat. Coba <em>demo</em> dari Mozilla, <em><a href="https://developer.mozilla.org/en-US/demos/detail/the-planetarium/launch">The Planetarium</a></em>, untuk melihat sendiri sehalus apa animasi ini!</p>
<p>Dan dengan pangsa pasar iOS (yang tidak mendukung Flash sama sekali) semakin besar, dan <a href="http://www.wired.com/gadgetlab/2011/11/adobe-kills-mobile-flash/">tumbangnya <em>mobile Flash</em></a>, sudah jelas kalau Flash akan semakin terkuras dan berkurang kekuatannya, sedikit demi sedikit.</p>
<p>Masih mau mengembangkan untuk sesuatu yang kian hari semakin menjelang mati?</p>
<p><em>Ini adalah artikel opini oleh penulis.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kodesa.in/tumbangnya-flash-untuk-animasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>htaccess aman untuk WordPress</title>
		<link>http://kodesa.in/htaccess-untuk-wordpress/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=htaccess-untuk-wordpress</link>
		<comments>http://kodesa.in/htaccess-untuk-wordpress/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Jan 2012 13:27:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rizqi Djamaluddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[link]]></category>
		<category><![CDATA[mini]]></category>
		<category><![CDATA[Keamanan]]></category>
		<category><![CDATA[Wordpress]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kodesa.in/?p=114</guid>
		<description><![CDATA[Tahun lalu, Perishable Press menyediakan template file .htaccess demi keamanan WordPress. Dapatkan dari sini! Tidak, saya tidak tahu kenapa ada baris &#8220;indonesia.htm&#8221; di sana.]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Tahun lalu, <em>Perishable Press</em> menyediakan <em>template</em> file .htaccess demi keamanan WordPress.</p>
<p><a href="http://perishablepress.com/5g-firewall-beta/">Dapatkan dari sini!</a></p>
<p>Tidak, saya tidak tahu kenapa ada baris &#8220;indonesia.htm&#8221; di sana.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kodesa.in/htaccess-untuk-wordpress/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Buku untuk desain di 2012? Iya!</title>
		<link>http://kodesa.in/buku-untuk-desain-di-2012-iya/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=buku-untuk-desain-di-2012-iya</link>
		<comments>http://kodesa.in/buku-untuk-desain-di-2012-iya/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Jan 2012 12:54:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rizqi Djamaluddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar]]></category>
		<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Desain Web]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kodesa.in/?p=108</guid>
		<description><![CDATA[Di era PDF dan E-book sekarang, sepertinya kita tidak butuh buku untuk desain web. Toh tinggal ikut di feed beberapa orang, ikut tutorial di sana sini, dan kita bisa mengejar semua yang kita perlukan. Iya kan? Tidak. Di Indonesia, mungkin ini belum kelihatan karena kita lebih jarang melihat buku tentang desain web sama sekali &#8212; [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<img width="400" height="247" src="http://kodesa.in/wp-content/uploads/2012/01/books-400x247.jpg" class="attachment-post-thumbnail wp-post-image" alt="books" /><p>Di era PDF dan E-book sekarang, sepertinya kita tidak butuh buku untuk desain web. Toh tinggal ikut di <em>feed</em> beberapa orang, ikut tutorial di sana sini, dan kita bisa mengejar semua yang kita perlukan. Iya kan?</p>
<p>Tidak. Di Indonesia, mungkin ini belum kelihatan karena kita lebih jarang melihat buku tentang desain web sama sekali &mdash; padahal, ada <a href="http://www.vanseodesign.com/web-design/23-design-books/">berbagai macam buku menarik</a> untuk desain. Kebanyakan di antaranya adalah buku klasik yang menjadi panutan semua designer ternama, terutama buku Steve Krug, <em><a href="http://www.amazon.com/Dont-Make-Me-Think-Usability/dp/0321344758/">Don&#8217;t Make Me Think</a></em>. Buku ini sudah menjadi patokan semua designer modern &mdash; sangat sayang untuk dilewatkan!</p>
<p>Lebih memilih e-book? Boleh juga &mdash; saya sendiri gemar membaca e-book dari iPad saya, terutama kalau sedang berpergian. Untuk ini, saya menyarankan buku dari <a href="http://www.abookapart.com/">A Book Apart</a>, sangat ringan dan sajiannya pas. Harganya juga tidak berlebihan, pantas untuk ilmu yang dikandung (dan namanya juga dari <em>Happy Cog</em>). Bingung mulai dari mana? Coba <em><a href="http://www.abookapart.com/products/designing-for-emotion">Designing for Emotion</a></em>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kodesa.in/buku-untuk-desain-di-2012-iya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menjadikan website sebuah permainan</title>
		<link>http://kodesa.in/menjadikan-website-sebuah-permainan/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=menjadikan-website-sebuah-permainan</link>
		<comments>http://kodesa.in/menjadikan-website-sebuah-permainan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Jan 2012 12:30:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rizqi Djamaluddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[link]]></category>
		<category><![CDATA[Gamification]]></category>
		<category><![CDATA[UX]]></category>
		<category><![CDATA[Video]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kodesa.in/?p=101</guid>
		<description><![CDATA[Seth Priebatsch dari SCVNGR, sebuah startup yang menjadikan dunia sebuah permainan untuk mengajak orang melakukan hal membosankan, menjelaskan beberapa cara menjadikan sebuah website &#8212; yang membosankan &#8212; menjadi sesuatu yang menantang dan menarik. Lihat videonya di TED.com!]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<img width="400" height="247" src="http://kodesa.in/wp-content/uploads/2012/01/seth-400x247.jpg" class="attachment-post-thumbnail wp-post-image" alt="seth" /><p>Seth Priebatsch dari <a href="http://www.scvngr.com/">SCVNGR</a>, sebuah <em>startup</em> yang menjadikan dunia sebuah permainan untuk mengajak orang melakukan hal membosankan, menjelaskan beberapa cara menjadikan sebuah website &mdash; yang membosankan &mdash; menjadi sesuatu yang menantang dan menarik.</p>
<p><a href="http://www.ted.com/talks/seth_priebatsch_the_game_layer_on_top_of_the_world.html">Lihat videonya di TED.com!</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kodesa.in/menjadikan-website-sebuah-permainan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Presentasi gaya baru dengan impress.js</title>
		<link>http://kodesa.in/presentasi-gaya-baru-dengan-impress-js/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=presentasi-gaya-baru-dengan-impress-js</link>
		<comments>http://kodesa.in/presentasi-gaya-baru-dengan-impress-js/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Jan 2012 12:18:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rizqi Djamaluddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[media]]></category>
		<category><![CDATA[Development]]></category>
		<category><![CDATA[Javascript]]></category>
		<category><![CDATA[Library]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kodesa.in/?p=94</guid>
		<description><![CDATA[Dunia sudah berubah &#8212; presentasi sudah tidak harus dengan powerpoint dan dengan efek itu-itu saja. Didukung HTML5 dan CSS3, terutama para 3D transform, impress.js menyediakan alternatif untuk presentasi dari mana saja, asal ada browser modern. Mencari alternatif yang lebih &#8220;serius&#8221;? Coba sliderocket!]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<img width="400" height="229" src="http://kodesa.in/wp-content/uploads/2012/01/impressjs-400x229.jpg" class="attachment-post-thumbnail wp-post-image" alt="impressjs" /><p>Dunia sudah berubah &mdash; presentasi sudah tidak harus dengan powerpoint dan dengan efek itu-itu saja. Didukung HTML5 dan CSS3, terutama para <em>3D transform</em>, <a href="http://bartaz.github.com/impress.js">impress.js</a> menyediakan alternatif untuk presentasi dari mana saja, asal ada browser modern.</p>
<p>Mencari alternatif yang lebih &#8220;serius&#8221;? Coba <a href="http://www.sliderocket.com/">sliderocket</a>!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kodesa.in/presentasi-gaya-baru-dengan-impress-js/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Prinsip Desain Situs</title>
		<link>http://kodesa.in/prinsip-desain-situs/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=prinsip-desain-situs</link>
		<comments>http://kodesa.in/prinsip-desain-situs/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Dec 2011 11:44:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Irvan Putra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Terjemahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kodesa.in/?p=18</guid>
		<description><![CDATA[Artikel berikut merupakan terjemahan (dengan berbagai perubahan) dari artikel &#8220;A List Apart&#8221; berjudul &#8220;A Dao of Web Design&#8221;, dipublikasi pada 7 April 2000. Penulis artikel tersebut memulai artikel dengan membandingkan Zen dengan Tao dan kepopulerannya, mengakui bahwa mungkin ini hanyalah perumpamaan belaka, tapi menurutnya desain situs dapat lebih dipahami melalui Tao. Saya telah menyunting hasil terjemahan [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><em>Artikel berikut merupakan terjemahan (dengan berbagai perubahan) dari artikel <a title="situs &quot;A List Apart&quot;" href="http://www.alistapart.com/">&#8220;A List Apart&#8221;</a> berjudul <a title="artikel &quot;A Dao of Web Design&quot;" href="http://www.alistapart.com/articles/dao/">&#8220;A Dao of Web Design&#8221;</a>, dipublikasi pada 7 April 2000. Penulis artikel tersebut memulai artikel dengan membandingkan Zen dengan Tao dan kepopulerannya, mengakui bahwa mungkin ini hanyalah perumpamaan belaka, tapi menurutnya desain situs dapat lebih dipahami melalui Tao. </em><em><em>Saya telah menyunting hasil terjemahan sedemikian rupa dengan maksud memudahkan pemahaman artikel ini.</em></em></p>
<p><em>Pada intinya, dia merasakan ada perbedaan antara media online sebagaimana kita ketahui dengan media online sebagaimana seharusnya. Perbedaan tersebut adalah antara media cetak dan media online. Media cetak adalah pendahulu dari media online dan sudah saatnya hubungan keduanya lebih dipahami dan media online menemukan jati dirinya.</em></p>
<p><span id="more-18"></span></p>
<h2>Media yang sama dengan yang lama?</h2>
<p>Banyak yang kita bisa pelajari dari menonton program televisi era awal. Televisi pada masa itu kadang dijuluki &#8220;radio dengan gambar&#8221; dan itu adalah deskripsi yang cukup akurat. Banyak saluran televisi mengikuti format saluran radio yang populer pada saat itu.</p>
<p>Dengan program yang menampilkan bintang tamu dan pembawa acara yang berbicara ke kamera, atau berita dengan pembaca berita berpakaian formal (ala TVRI kalau di Indonesia), menjadi jejak-jejak yang tersisa sementara media televisi tumbuh, sebuah refleksi dari media yang mendahuluinya.</p>
<p>Pikirkan juga video musik era awal, pada intinya hanya penampilan diri mereka memainkan musik. Terkekang.</p>
<p>Ketika media baru meminjam dari yang sudah ada, beberapa yang dipinjam itu memang masuk akal, tetapi banyak yang dipinjam adalah sesuatu yang tidak dipikirkan kembali, &#8220;ritual&#8221;, dan kadang mengekang media baru. Seiring jalannya waktu, media baru mengembangkan konsep-konsepnya sendiri, membuang konsep-konsep yang sudah ada yang tidak masuk akal.</p>
<p>Jika anda berkesempatan menonton drama televisi era awal, anda akan melihat contoh yang sangat mengena. Karena radio memerlukan suara yang deskriptif, yang menjelaskan kepada pendengar apa yang mereka tidak bisa lihat, drama televisi masa itu terkadang mempunyai deskripsi, menjelaskan kepada penonton, walau sebenarnya mereka bisa melihatnya. Hal itu adalah contoh yang sederhana tapi mengena ketika media baru tumbuh dari media yang sudah ada.</p>
<p>Media online adalah media baru, walau berkembang dari media cetak, dimana konsep-konsep, bahasa desain, dan kemampuan dari media cetak sangat mempengaruhinya, tapi terkadang terlalu terbentuk darimana dia berkembang. &#8220;Situs-Situs Menarik&#8221; biasanya adalah yang menjinakkan kebebasan media online, mengendalikan halaman-halaman seolah mereka terbuat dari kertas &#8211; &#8220;Percetakan Media Online&#8221;.</p>
<p>Hal ini memang alamiah, &#8220;tidak mudah membebaskan keyakinan yang didekap erat&#8221;, tapi saatnya untuk bergerak maju, untuk mengakui media online sebagai media tersendiri. Sudah saatnya untuk membuang ritual dari media cetak, dan menghadapi media online dengan alamnya tersendiri.</p>
<p>Bukan berarti kita seharusnya meninggalkan kebijakan dari beratus-ratus tahun media cetak dan beribu-ribu tahun media tulis. Tapi kita perlu mengerti yang mana yang cocok untuk media online, dan yang mana yang ritual belaka.</p>
<h2>Mengendalikan halaman situs</h2>
<p>Jika melihat beberapa grup desain situs, ada beberapa kata yang diulang-ulang. Pertanyaan demi pertanyaan, tentu saja, adalah &#8220;Bagaimana caranya?&#8221;. Tetapi di balik pertanyaan &#8220;Bagaimana caranya membuat situs saya tampak sama walau dibuka dimana pun?&#8221; dan &#8220;Bagaimana caranya membuat tulisan saya tampak sama di Windows dan Macintosh?&#8221; ada sebuah pertanyaan mendasar &#8211; &#8220;Bagaimana caranya saya mengendalikan apa yang dilihat pengguna?&#8221;. Benar sekali, kata &#8220;kendali&#8221; muncul berulang kali.</p>
<p>Di balik semua ini adalah keyakinan bahwa desainer adalah pengendali (pikirkan sejenak istilah &#8220;tukang pixel&#8221;). Desainer ingin menimpa keinginan pengguna, dan pilihan-pilihan yang mereka buat tentang apa yang mereka lihat (salah satunya dengan &#8220;menetapkan&#8221; ukuran tulisan). Desiner ingin menghiraukan perbedaan dimana situs dibuka, disebabkan oleh detil layar yang berbeda (salah satunya Macintosh dengan 72 titik per inci, dibandingkan dengan standar Windows 96 titik per inci). Desainer mengetahui semuanya dan tidak akan mentoleransi selain apapun harus tampil sama sempurna ke pixel, dengan apa yang tampil di komputer mereka sendiri.</p>
<p>Tentu saja, ini pembesaran masalah, tapi tidak jauh dari kenyataan. Contoh yang sangat mengena adalah banyak yang kecewa ketika mendapati bahwa mempelajari CSS tidaklah seperti mempelajari &#8220;Percetakan Media Online&#8221;. Jika anda pengguna Mac, anda mungkin menyadari beberapa situs besar terlalu berlebihan menggunakan CSS sehingga membuat halaman mereka susah dibaca. Besar kemungkinan mereka menggunakan poin sebagai satuan ukuran tulisan. Di balik semua pilihan ini adalah filosofi &#8220;desainer adalah pengendali&#8221;.</p>
<p>Darimana ide ini datang? Hal ini datang dari media cetak. Pada media cetak, desainer adalah dewa. Percetakan adalah industri yang berkembang dari &#8220;apa yang anda lihat adalah apa yang ada dapatkan&#8221; (What You See Is What You Get &#8211; disingkat WYSIWYG) dan banyak desainer situs didasari keyakinan dan praktik dari ritual media cetak. Sebagai desainer kita perlu memikirkan kembali peran ini, untuk melepas kendali, dan mencari hubungan baru dengan halaman situs.</p>
<h2>Mengapa hal tersebut penting?</h2>
<p>Mungkin ketidakmampuan untuk &#8220;mengendalikan&#8221; sebuah halaman adalah batasan, kesalahan dari media online. Jika kita datang dari dunia WYSIWYG, insting awal kita adalah untuk berpikir demikian. Memang itu adalah respon awal kita dan sebuah keyakinan yang berlangsung lama. Tapi tidak lagi terasa hal tersebut sebagai batasan, tapi sebuah kekuatan dari media yang baru.</p>
<p>Mari kita lihat hal ini dari sudut pandang yang berbeda. Fakta bahwa kita bisa mengendalikan halaman sebuah kertas sebenarnya adalah batasan dari media tersebut. Anda bisa berpikir – kita bisa menetapkan ukuran tulisan – atau anda bisa berpikir lain – ukuran tulisan tidak bisa diubah. Anda bisa berpikir – dimensi halaman bisa dikendalikan – atau – dimensi halaman tidak bisa diubah. Ini adalah fakta-fakta sederhana dari media tersebut.</p>
<p>Hal-hal tersebut tidak semestinya fakta yang bagus, terutama untuk pembaca. Jika penglihatan mata pembaca tidaklah sebagus orang kebanyakan, kemungkinan besar pilihan yang desainer buat adalah terlalu kecil untuk dibaca tanpa kaca pembesar. Jika pembaca berada di ruang yang terbatas, di kereta untuk pergi kerja, di pesawat terbang, lembar koran terlalu besar. Sedikit yang bisa dilakukan pembaca terhadap hal ini.</p>
<p>Kendali yang para desainer kenal di media cetak, dan kadang didambakan di media cetak, sederhananya adalah batasan dari media cetak. Kita seharusnya mengakui fakta bahwa media online tidak dibatasi batasan yang sama dan membuat desain untuk fleksibilitas ini. Tapi sebelumnya, kita harus menerima aliran yang ada.</p>
<h2>Mudah diadaptasi = mudah diakses</h2>
<p>Fleksibilitas yang dimaksud adalah &#8220;kemudahan adaptasi&#8221;. Semua yang telah dibicarakan dari tadi dapat dirangkum menjadi: &#8220;halaman-halaman yang mudah diadaptasi&#8221;. Buatlah halaham yang mudah diakses, apapun layar, peramban situs, atau perangkat pengguna anda putuskan &#8211; atau memang terpaksa &#8211; pakai untuk mengakses halaman anda.</p>
<p>Ini berarti halaman-halaman yang jelas dibaca apapun ukuran atau detil layar, atau jumlah warna (dan ingat juga bahwa halaman-halaman mungkin dicetak, atau dibaca dengan perangkat lunak pembaca atau peramban braille &#8211; perangkat lunak untuk orang buta). Ini berarti halaman-halaman yang dapat beradaptasi dengan keperluan pembaca, yang penglihatan kurang sempurna, dan yang menginginkan membaca halaman-halaman dengan tulisan yang besar.</p>
<p>Mendesain halaman yang mudah diadaptasi adalah mendesain halaman yang mudah diakses. Dan mungkin janji terbesar dari media online, yang belum tercapai, adalah kemudahan informasi untuk diakses, apapun kesulitan-kesulitan yang ada. Itu adalah keyakinan yang penting dari <a title="situs &quot;World Wide Web Consortium&quot;" href="http://www.w3.org/">Komite W3C (Standar Media Online)</a>, dan menjadi sesuatu yang penting dari desain situs, dengan halaman-halaman media online akan diminta oleh hukum untuk memberikan akses tanpa pandang bulu, sebagaimana desain bangunan di seluruh dunia memerlukan adanya kemudahan akses ke bangunan.</p>
<p>Terdengar mustahil, mendesain halaman tanpa pandang bulu. Mungkin sekarang masih berupa aspirasi, dengan peramban situs yang masing berantakan dan banyak perangkat, yang akan kita pakai untuk mengakses media online, masih baru atau belum muncul. Tapi banyak yang kita bisa lakukan sekarang yang akan membangun fondasi untuk halaman-halaman yang beradaptasi ke keinginan dan keperluan pengguna, sehingga mudah diakses.</p>
<h2>Cara seharusnya</h2>
<p>Jadi apa yang bisa dilakukan untuk mendesain demi kemudahan adaptasi, sehingga mudah untuk diakses? Sebelumnya, ada beberapa cara berpikir yang mungkin berguna. Lalu ada beberapa saran praktis tentang langkah-langkah yang bisa diambil untuk menghindari halaman anda tidak mudah diakses.</p>
<p>Pertama, pikirkan apa yang halaman anda lakukan, bukan apa tampak mereka. Biarkan desain anda mengalir dari apa yang halaman tersebut berikan ke pengguna anda, daripada sebuah ide bagaimana tampak halaman tersebut yang anda inginkan. Biarkan bentuk mengikuti fungsi, daripada mencoba membuat sebuah desain dan membuatnya &#8220;bekerja&#8221;.</p>
<p>Kunci dari idea ini adalah memisahkan isi dan penampilan. Anda mungkin sudah mendengarnya beberapa kali, tapi mungkin ini adalah langkah yang paling penting yang anda bisa lakukan.</p>
<p>Mari kita lihat sebuah contoh sederhana. Pada sebuah halaman ada beberapa tulisan yang dimiringkan. Mengapa? Mungkin untuk penekanan. Mungkin untuk kutipan. Mungkin kata dalam bahasa asing. Pada percetakan tradisional, bentuk mengikuti fungsi. Kelebihan dari percetakan media online adalah kita bisa membuat itu tersurat apa yang tersirat dari apa yang tampak di halaman. Jika alasan untuk miringnya tulisan adalah penekanan, mengapa menandai halaman anda dengan elemen &lt;i&gt;? Gunakanlah &lt;em&gt;, sehingga peramban situs selain yang ada di PC dapat menangani elemen tersebut lebih tepat.</p>
<p>Pada skala yang lebih besar, jangan gunakan HTML untuk penampilan. Tidak ada &lt;font&gt; atau &lt;b&gt;, &lt;i&gt; dan elemen-elemen lain jika untuk penampilan. Jika HTML memberikan elemen yang tepat, gunakanlah. Jika tidak, gunakan kelas (salah satu penanda di CSS). Tentu saja, gunakan CSS untuk informasi penampilan situs anda. Saatnya untuk melihat ke masa depan, tidak terpaku ke masa lalu.</p>
<p>Jika anda menggunakan CSS dengan benar, untuk memberikan penampilan pada sebuah halaman, dan anda tidak menggunakannya untuk menyampaikan isi, maka halaman anda akan &#8220;tampak&#8221; bagus di peramban situs apapun, di masa lalu atau masa depan. Peramban situs yang tidak mendukung CSS hanya menampirkan halaman yang terlihat sedikit biasa saja. Kekhawatiran terbesar kita adalah peramban yang mempunyai dukungan CSS yang penuh kesalahan. Saat ini itu menjadi isu. Tidak lama lagi, tidak terlalu menjadi isu. Untuk sekarang, anda dapat membatasi diri anda ke bagian CSS yang didukung cukup baik, dan masih mempunyai efek penampilan yang lebih banyak daripada menggunakan HTML (penulis artikel asli ini membuat <a title="artikel &quot;Learn Web Standards&quot;" href="http://www.westciv.com/style_master/house/good_oil/">kumpulan tulisan-tulisannya</a> yang membahas lebih lanjut tentang hal tersebut).</p>
<p>Dalam prakteknya, ada beberapa hal yang anda seharusnya dan tidak seharusnya lakukan ketika mendesain CSS yang akan memberikan dampak dalam kemudahan adaptasi halaman anda. Garis besarnya, jangan bergantung pada aspek apapun dari CSS dapat bekerja semestinya, sehingga halaman anda mudah diakses. Unit pasti, seperti pixel dan poin, mesti dihindari (jika hal itu mengejutkan anda, akan dijelaskan nanti), dan warna perlu digunakan secara hati-hati, dan jangan pernah bergantung padanya.</p>
<h3>TULISAN</h3>
<p>Biasanya Windows, Macintosh, atau sistem lain hanya mempunyai beberapa tipe tulisan terpasang. Ada sedikit persamaan antara tipe tulisan yang terpasang di berbagai sistem ini. Dengan banyak peramban situs, dan akan lebih banyak di masa depan, pembaca akan bisa memutuskan tipe tulisan yang mereka inginkan untuk melihat halaman situs. Dengan CSS, anda bisa menyarankan beberapa tipe tulisan dan merangkum berbagai kemungkinan. Tetapi jangan bergantung pada sebuah tipe tulisan tersedia walau tipe tulisan tersebut sering dijumpai.</p>
<p>Lebih penting adalah ukuran tulisan. Mungkin ada sadar bahwa tipe tulisan yang sama, dengan ukuran poin yang sama, pada Macintosh &#8220;tampak lebih kecil&#8221; daripada kebanyakan Windows. Singkatnya, ini dikarenakan perbedaan detil layar yang mana Macintosh adalah 72 titik per inci, sementara Windows adalah 96 titik per inci. Akibatnya signifikan. Hal ini mengaransi kemustahilan tulisan tampak sama antara sistem Macintosh dengan sistem Windows. Tapi jika anda mengakui filosofi kemudahan adaptasi, hal ini tidak berarti.</p>
<p>Apa? Jika anda masih perduli bagaimana pastinya halaman media online tampak ini adalah pertanda anda masih tidak berpikir tentang halaman yang mudah diadaptasi. Salah satu isu kemudahan akses yang paling signifikan adalah ukuran tulisan. Tulisan kecil lebih susah untuk dibaca. Untuk kita yang mempunyai penglihatan yang bagus, akan mengagetkan bahwa ada persentase signifikan populasi yang kesulitan membaca tulisan di bawah 14 poin, yang tercetak kertas. Layar lebih susah dibaca daripada kertas, karena detil mereka yang lebih rendah.</p>
<p>Apakah itu berarti ukuran poin yang seharusnya kita gunakan adalah 14 poin? Itu tidak membantu orang-orang yang penglihatannya lebih tidak bagus. Jadi berapa ukuran poin minimum yang kita seharusnya gunakan? Tidak ada. Jangan gunakan poin. Hal ini akan membiarkan pembaca untuk memilih ukuran tulisan yang sesuai dengan mereka. Hal yang sama untuk pixel. Karena perbedaan detil layar, sebuah pixel pada sebuah sistem bukanlah sebuah pixel pada sistem lainnya.</p>
<p>Anda masih bisa menyarankan ukuran tulisan yang lebih besar untuk judul dan elemen-elemen lainnya. CSS menyediakan beberapa cara untuk menyarankan ukuran tulisan sedemikian rupa untuk membantu kemudahan adaptasi. Kita akan melihat pada salah satu cara untuk mendapatkan idenya.</p>
<p>Dengan CSS anda dapat menerapkan ukuran tulisan sebagai persentase dari ukuran elemen pendahulunya. Sebagai contoh, judul terletak di elemen &lt;body&gt;. Jika anda tidak memasang ukuran untuk tulisan di di &lt;body&gt;, maka tulisan &lt;body&gt; akan mempunyai ukuran tulisan yang dipasang pembaca sebagai ukuran awal. Kita telah membantu kemudahan adaptasi halaman kita, dengan tidak melakukan apapun!</p>
<p>Anda mungkin berkata &#8220;tapi tulisannya terlihat terlalu besar&#8221; jika dibiarkan begitu saja. Buatlah lebih kecil, tapi di peramban situs anda. Pembaca anda juga akan mempunyai opsi untuk membuatnya lebih besar maupun lebih kecil di peramban situs mereka, tergantung dengan selera mereka atau keperluan mereka.</p>
<p>Kita bisa membuat judul dan elemen-elemen lain kelihatan lebih besar dengan menerapkan bahwa &lt;h1&gt; seharusnya 30% lebih besar daripada &lt;body&gt;, &lt;h2&gt; seharusnya 25% lebih besar, dan seterusnya. Sekarang, berapapun ukuran yang pembaca pilih untuk tulisan utama, judul dan sub-judul akan berukuran lebih besar dari isi, sesuai proporsi. Demikian halnya dengan tulisan yang perlu dibuat lebih kecil daripada tulisan utama, walau hal ini bisa mengarah ke situasi dimana tulisan menjadi terlalu kecil untuk bisa dibaca, jadi gunakanlah secara hati-hati.</p>
<p>Kita telah melakukan sedikit hal sebenarnya, hanya hindari menggunakan ukuran pasti pada tulisan, gunakan ukuran proporsi untuk judul, dan kita telah membuat halaman-halaman kita lebih mudah diadaptasi dan lebih mudah diakses.</p>
<h3>STRUKTUR</h3>
<p>Marjin, lebar halaman, identasi, dan sebagainya adalah berbagai aspek dari desain halaman yang bisa membantu kemudahan baca. Media online memberikan kesulitan untuk desainer pada setiap hal tersebut. Layar peramban situs bisa diubah ukurannya, sehingga mengubah ukuran halaman. Perangkat media online yang berbeda-beda (TV online, monitor dengan detil yang tinggi, HP / Tablet), mempunyai ukuran layar minimal dan maksimal yang berbeda-beda. Sebagaimana ukuran pasti pada tulisan, struktur halaman yang pasti bisa mengarah pada masalah kemudahan akses pada media online.</p>
<p>Sebagaimana dengan tulisan, akspek struktur pada halaman bisa didesain menggunakan persentase untuk menciptakan halaman yang mudah diadaptasi. Marjin bisa diterapkan sebagai persentase lebar dari elemen yang mempunyainya.</p>
<p>Menggunakan persentase (dan nilai-nilai relatif lainnya) untuk menerapkan struktur halaman pada CSS secara otomatis menciptakan halaman yang mudah diadaptasi. Dengan jendela layar membesar dan mengecil, struktur dari elemen beradaptasi untuk menjaga proporsi yang sama, maka struktur halaman secara keseluruhan beradaptasi. Pembaca bisa memilih ukuran layar sebagaimana yang mereka perlukan.</p>
<p>Marjin, identasi, dan aspek-aspek struktur lainnya bisa juga diterapkan relatif dengan tulisan yang mereka punyai, menggunakan unit <em>em</em> untuk menerapkan marjin, identasi, dan aspek-aspek struktur lainnya. Anda bisa terapkan:</p>
<pre class="prettyprint lang-css">p	 {margin–left: 1.5em}</pre>
<p>Hal tersebut menerapkan marjin kiri dari paragraf seharusnya 1.5 kali tinggi tulisan paragraf tersebut. Jadi, ketika pengguna mengatur ukuran layar mereka untuk membuat sebuah halaman lebih mudah dibaca, marjin tersebut akan meningkat sesuai proporsi, dan jika mereka membuatnya lebih kecil, marjin tersebut akan beradaptasi kembali.</p>
<h3>WARNA</h3>
<p>Media online sebagian besar lebih bewarna daripada halaman cetak. Warna lebih murah di media online. Warna bisa berupa hiasan, bisa membantu menerapkan identitas visual, dan bisa mempunyai nilai praktek (merah mungkin membawa perhatian ke informasi yang lebih penting). Tapi warna mempunyai kesulitan untuk kemudahan akses juga.</p>
<p>Tahukah kamu bahwa di banyak negara (jika tidak semua) orang yang mempunyai kebutaan warna merah-hijau tidak bisa mempunyai lisensi pilot? Karena, mengesampingkan kemampuan lainnya, informasi peringatan kebanyakan disampaikan menggunakan merah untuk bahaya dan hijau untuk keamanan. Sangat disayangkan warna peringatan tidak mudah diadaptasi.</p>
<p>Apakah halaman situs anda mengecualikan orang dengan cara yang sama? Sangat disayangkan, karena dalam waktu dekat hampir semua peramban situs akan menyediakan cara yang mudah untuk pembaca mengganti warna elemen sebuah halaman situs, dengan CSS untuk pengguna, yang bisa menimpa CSS anda (anda sekarang bisa melakukan ini di kebanyakan peramban situs modern).</p>
<p>Bagaimana caranya untuk menghindari masalah tersebut? Gunakan CSS, daripada elemen HTML seperti &lt;font&gt;. Hindari juga terlalu bergantung pada kombinasi layar untuk menyampaikan arti.</p>
<h2>Sebuah perjalanan</h2>
<p>Merubah cara pemikiran dan bertindak tidaklah mudah. &#8220;Tidak mudah membebaskan keyakinan yang didekap erat&#8221;. Tetapi perlahan-lahan terlihat apa yang kita terima saja perlu dipikirkan ulang. Dari pengalaman dan percakapan yang beredar bertahun-tahun ini, banyak yang mendekap erat keyakinan tersebut, dan perlu memikirkannya kembali juga.</p>
<p>Sekarang adalah waktu untuk media online tumbuh lebih daripada asalnya di media cetak. Tidak untuk meninggalkan banyak kebijakan dan pengalaman, tapi untuk juga menetapkan arahnya sendiri yang pas.</p>
<p>Kekuatan media online terbesar sering dilihat sebagai keterbatasan, sebuah kekurangan. Tapi alamiah untuk media online mempunyai fleksibilitas, dan menghasilkan halaman, dengan fleksibilitas, mudah diakses untuk semua.</p>
<p>Perjalanan dimulai dengan melepas kendali dan menjadi fleksibel.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kodesa.in/prinsip-desain-situs/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
