Ah, perusahaan korporat. Sudah dikenal sejak jaman Yunani kuno sebagai makhluk besar tak berwajah yang menjengkelkan. Lagipula, mereka kan biasanya nggak berurusan dengan konsumen langsung: mereka hanya berurusan dengan jual-menjual (dan cari uang). Untuk apa mereka melakukan usability testing? Memangnya mereka perlu mengerti kebutuhan pengguna? Tidak!
… Kecuali mereka perusahaan telekomunikasi besar.
Semoga post ini menghibur dan berguna, karena tangan saya masih sakit setelah berkali-kali facepalm saat mengambil gambar.
1. Speedy: “Lebih dari Internet”
Ah, siapa tak kenal Telkom Speedy? Perusahaan penyedia jasa layanan internet ini dikenal untuk jaringan mereka yang luas, website mereka yang sama luasnya, kemudahan pemasangan, dan konser musik kelas internasional.
Eh?

Karena kita semua perlu info konser kahitna saat mencari layanan internet.
Ada lima alasan orang mengunjungi website layanan seperti ini: Pengaduan downtime, memeriksa paket, pengaduan mahal, memeriksa konfigurasi model, dan pengaduan frustasi. Dan pengaduan lainnya. Mungkin mereka juga mau mendaftar, seandainya mereka masih tinggal di hutan belantara.
Saya tak mengerti kenapa header utama di sana adalah iklan konser. Tapi tentu saja, kalau dilihat, ada lingkaran-lingkaran di bawah gambarnya… berarti itu sebuah carousel dan akan menunjukkan informasi bergu…

Oke, setidaknya sedikit lebih berguna... setidaknya untuk anak-anak yang cukup bosan untuk membuka website speedy.
… na.
Oh, dan ingat-ingat soal carousel itu, karena ini seperti musuh bebuyutan di film-film superhero: selalu saja muncul dan membuat onar, seperti di…
2. Telkomsel: Apa susahnya Rp 13 per 47 detik untuk 160 detik pertama?
Apa yang tadi saya bilang tentang carousel? Gambar berpindah-pindah dalam hitungan detik? Ayo maju, Telkomsel!

Nol-delapan-satu-AAAAAARRRGGHHH
Promosi ini sudah lewat dan pemenangnya sudah ada. Untuk beberapa pemenangnya, mungkin mereka bisa pamer pada teman-temannya kalau nama mereka (dan sepotong nomer telepon) dipajang di website telkomsel. Untuk sisanya? Apa itu tulisan kecil-kecil di bawah foto… err, itu Taiwan? Atau Hongkong? Atau Asgard?
Saya tidak akan menjelajah ke dunia persilatan yang disebut “mencari informasi paket di website telkomsel”, tapi saya bisa menjabarkan jenis-jenis paket Simpati yang ditawarkan: (dan membuat kejang-kejang para pejuang bahasa Indonesia yang baik dan benar)
- simPATI PeDe
- simPATI Jagoan Nelpon
- simPATI AutoTalkmania
- simPATI Gratis Nelpon & Internetan Berjam-jam
- simPATI Puas2
- simPATI InternetMania & MusikMania
- simPATI Internet Mania Rp 0,1/kb
- simPATI Gratis SMS
- simPATI TALKMANIA
- simPATI freedom
- Paket Nelpon Rumah
- Tarif Dasar (iya, ini paket, ada di pilihannya, tapi ini sebenarnya “freedom”)
Mengutip teman bule saya, “what kind of people make this bleep up?”
Tapi ya, setidaknya carousel mereka tadi masih punya tombol “pause”. Tidak seperti di…
3. Axis: Membaca Cepat
Ayo, siapa mau permainan? Coba buka website Axis dan baca tulisan di halaman itu sebelum disingkirkan oleh halaman berikutnya.

axisreloadbonussafdasfasfgaAAAA
Apa saya masih perlu berkomentar soal ini? Apa tak ada orang di Axis yang melihat halaman ini, berpikir “sekolah di mana ini yang buat?” dan mengadukannya ke atasannya?

Ya, ada yang cari saya? Saya pindah ke sini sejak dikudeta HTML 5.
Begitu lelahnya saya sama carousel lepas kendali, saya nggak akan angkat-angkat lagi. Website berikut juga ada (sepertinya ini semua dibuat oleh seseorang yang sama), tapi demi kebaikan kita bersama, saya akan menghiraukan itu.
4. Indosat: Statistik, Smashishtik
Masih ingat dasar-dasar statistik dan grafik? Di grafik batang, semakin tinggi batangnya, semakin besar nilainya, kan? Coba cek website Indosat.

Satu hal yang pasti: Nggak ada perusahaan telepon yang bisa eja "telepon".
Lihat dua batang di paling kanan? Yang 100 menit dan 1000 menit? Sudah kelihatan?
Tadinya saya pikir kalau itu mungkin sekedar trik iklan, untuk membuat sesuatu tampak lebih besar daripada sesungguhnya (kan harusnya yang 1000 itu sepuluh kali lebih besar, kan?), tapi berhubung tulisan kecil di bawahnya sangat kecil (tulisan itu salah satu dari “ke sesama indosat” atau “gaji saya kurang besar”, maaf, saya nggak pakai kacamata), apa salahnya kalau dibalik?
Salahnya, ya, jadi masuk akal. Tentu saja website seperti ini nggak boleh masuk akal. Apa-apaan itu?
(Catatan: Sepertinya abang Flash juga masih berkutat dengan website Indosat. Memang, sudah 2012, lalu kenapa? Apa maksudmu, HTML 5?)
5. XL: Seperti Bisa Baca Pikiran!
Ayo kita kunjungi website XL! Bukan, bukan untuk memeriksa tarif atau tagihan saya, atau membeli handset baru, atau membeli paket internet. Sudah jelas kan, saya mau apa? Bahkan XL begitu cerdas untuk menyediakan layanan “Favorite Links”, yang tentu saja menggunakan data user experience jutaan pengguna website selama bertahun-tahun!

Mana link "es krim gratis" nya?
Karena tentu saja, saya datang untuk melihat blog CEO mereka, atau melihat daftar kegiatan sosial mereka, atau melihat informasi tentang “XL premium”, sebuah layanan invite-only yang tidak bisa didaftari lewat internet, dan khusus untuk pengguna yang menghabiskan berjuta-juta rupiah per bulannya, dan akan dikirimi surat khusus ketika bergabung. Yang sepertinya ditujukan untuk miliarder dan remaja yang menghabiskan setiap hari telepon dengan kekasihnya.
Ini adalah post “iseng” dan ditujukan untuk humor. Tolong jangan dianggap terlalu serius!
Masih mau duduk diam saja?